10 Pembeli Terakhir

10 Pembeli Terakhir »
No. Nama Tanggal Kota
1 Herni 15-06-17 Bekasi
2 Ibu Utiyah 14-06-17 Cirebon
3 Ibu Yuni 14-06-17 Jakarta
4 Aryadhana 12-06-17 Denpasar
5 Nenden Herlina 12-06-17 Cirebon
6 Adeline Alberta 09-06-17 Jakarta
7 Basir 05-06-17 Jakarta
8 Hanifah 02-06-17 Bekasi
9 Surbakti 30-05-17 Banjar
10 Rumpoko 30-05-17 Jember
* Jumlah Terjual : 21018 Botol

Berita / Artikel

Berita / Artikel »

Benarkah Asparagus Mampu Melawan Diabetes Melitus?

23-Nov-2015
Asparagus dapat jadi senjata kuliner baru yang ampuh dalam memerangi diabetes. Kaum ilmuwan sudah mendapatkan bahwa konsumsi teratur sayuran yang semakin popular ini bisa mengontrol kandungan gula darah serta menaikkan produksi insulin badan, hormon yang menolong untuk menyerap glukosa. 

Mengkonsumsi asparagus semakin bertambah tiap-tiap tahunnya, seperti di Inggris yang jumlah mengkonsumsi asaparagusnya meraih 8000 ton per th.. Kecuali jadi bahan baku beragam tipe makanan, asaparagus nampaknya memanglah mempunyai peran utama dalam memerangi penyakit diabates, terlebih diabetes type dua yang menyumbang 90 % dari seluruhnya masalah diabetes. 

Beberapa orang yang terserang penyakit diabetes, tetapi mereka tak mengerti bahwa mereka memiliki penyakit diabetes. Hal semacam ini karena mungkin saja mereka tak mengetahui gejalanya seperti kelelahan, rasa haus, kerap buang air kecil, sariawan berulang, serta luka yang lambat sembuhnya. 

Bila tak diobati, diabetes type dua bisa tingkatkan resiko serangan jantung, kebutaan serta amputasi. Namun bila dokter mendiagnosanya lebih awal, jadi penyakit tersebu bisa termonitor dengan baik dengan diet serta penyembuhan. Makanan berlemak serta pola hidup yang tak sehat jadi penyebab seorang alami diabates. 
 
Untuk memperhatikan apakah asparagus dapat menolong, kaum ilmuwan di University of Karachi di Pakistan menyuntik tikus-tikus dengan bahan kimia untuk menginduksi situasi diabetes, dengan kandungan level insulin yang rendah serta gula darah yang tinggi. Lalu 1/2 dari tikus-tikus percobaan itu diobati dengan ekstrak tanaman asparagus serta setengahnya lagi diobati dengan obat anti-diabates, yang dikatakan glibenklamid. Tikus-tikus itu di beri makan ekstrak asparagus dalam dosis rendah atau tinggi sehari-hari sepanjang 28 hari. 

Tes darah lalu dikerjakan untuk mengukur pergantian diabetes tikus-tikus itu. Akhirnya, yang dipublikasikan pada British Journal of Nutrition, tunjukkan bahwa kandungan asparagus yang rendah bisa menghimpit tingkat gula darah tetapi tak tingkatkan produksi insulin. Cuma dosis tinggi dari ekstrak asparagus yang mempunyai efek penting pada produksi insulin yang dihasilkan pankreas, organ yang melepas hormon ke aliran darah. 

Penemuan ini menunjang studi pada awal mulanya yang mempelajari perihal faedah asparagus. Satu riset yang diterbitkan di British Medical Journal th. 2006 tunjukkan bahwa asparagus menyebabkan penambahan 81 % dalam pengambilan glukosa oleh otot-otot badan serta jaringan otot. 

Dalam suatu laporan berdasar pada hasil temuannya, kaum peneliti dari University of Karachi menyampaikan bahwa Riset ini sudah tunjukkan bila ekstrak asparagus nyatanya bisa menyajikan dampak anti-diabetes.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :
* Disclaimer :
  • Manfaat yang didapat dari mengkonsumsi obat ini berbeda-beda pada setiap orang.