Customer Service

10 Pembeli Terakhir

10 Pembeli Terakhir »
No. Nama Tanggal Kota
1 Tantri 19-10-18 Depok
2 Titin 12-10-18 Cirebon
3 Puspa Suharni 12-10-18 Kendari
4 Budi Tandiyaman 10-10-18 Jakarta
5 Gede Simparjana 02-10-18 Denpasar
6 Radith 28-09-18 Jakarta
7 Devi maesa 18-09-18 Bengkulu
8 Surbakti 06-09-18 Ciamis
9 Ibu mardiah 05-09-18 Banda Aceh
10 Riana alni 05-09-18 Bekasi
* Jumlah Terjual : 22444 Botol

Berita / Artikel

Berita / Artikel »

Apakah Benar Begadang Bisa Menyebabkan Diabetes?

23-Nov-2015
Siapa yang sering terbangun, tak tidur selama malam dengan kata lain tidur sampai larut malam? Banyak asumsi tidak tidur sampai larut malam dapat mengakibatkan penyakit seperti diabetes. Apakah benar? 

Tidak tidur sampai larut malam mengakibatkan terganggunya metabolisme pada badan. Menurut penelitian University of Chicago, Amerika Serikat, keseimbangan metabolisme terganggu apabila tidak tidur sampai larut malam sedikitnya 3 hari. Efeknya sekresi hormon insulin juga tak prima, menyusut 25%, hingga gula yang harusnya dirubah jadi tenaga menumpuk dalam darah. Tingginya kandungan gula dalam darah tersebut yang dikatakan diabetes mellitus atau kencing manis (penyakit gula).

Waktu tidur cukup, badan memulihkan diri dari rasa capek, organ-organ santai hingga menetralisir kerusakan-kerusakan yang berlangsung disebabkan aktivitas tiap hari. Itu sesuai akan riset Eve Van Cauter seperti ditulis Proceedings of the National Academy of Sciences. Menurut Eve, tidur lelap perlu untuk kesehatan. Kaitannya ialah pergantian nafsu makan, ketidaknormalan metabolime, obesitas, serta resiko diabetes. 

Dalam pengujiannya ia melibatkan sembilan responden bertubuh sehat berumur 20-31 tahunan. Mereka bermalam lima malam di laboratorium dengan jam tidur teratur jam 23.00-07.30. Dua malam pertama, mereka dilewatkan tidur pulas. Pada hari ketiga, pengeras nada di kamar memperdengarkan suara-suara rendah waktu pola otak responden masuk fase tidur pulas. Walaupun pelan, nada rendah itu menurunkan kualitas tidur lelap mereka jadi 90%. Nada itu rupanya membawa mereka kembali dari fase tidur pulas ke fase tidur biasa. 

Responden berumur diatas 60 tahunan, pada umumnya cuma merasakan fase tidur pulas sepanjang 20 menit, orang dewasa 80-100 menit. Akhirnya, sensitivitas insulin kaum responden terjadi penurunan jadi 25%. Itu bermakna, bila kurang tidur perlu semakin banyak hormon insulin untuk mengatur kandungan glukosa. Bila jenis-jenis makanan selalu sama namun tidurnya lebih sedikit, alhasil kandungan glukosa darah naik 23%. 

Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD dari Fakultas Kedokteran Kampus Airlangga, Surabaya, menyatakan insulin, hormon yang di produksi sel beta pankreas berperan mengatur metabolisme glukosa jadi tenaga/energi. Bila jumlahnya berlebihan dalam darah, timbul lah diabetes. Itu mengakibatkan beragam komplikasi, seperti stroke, katarak, jantung koroner, serta gangren. Pasien diabetes pun rawan infeksi.
 
Nah, apabila Anda tidak ingin menderita beragam komplikasi akibat diabetes, segera cegah sejak saat ini juga dengan Jus Noni "Ultra Noni" yang terbuat dari bahan herbal sari buah mengkudu tanpa tambahan zat pengawet, apalagi bahan kimia. Ultra Noni ... aman dikonsumsi dan nyata khasiatnya! 

 

 

Berita / Artikel Lainnya :
* Disclaimer :
  • Manfaat yang didapat dari mengkonsumsi obat ini berbeda-beda pada setiap orang.