Customer Service

10 Pembeli Terakhir

10 Pembeli Terakhir »
No. Nama Tanggal Kota
* Jumlah Terjual : Botol

Berita / Artikel

Berita / Artikel »

Kenali 10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes

18-Mar-2016
Kenali 10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes - Diabetes mellitus, penyakit ini merasa menakutkan lantaran bisa menghasilkan komplikasi fatal, mengakibatkan kecacatan permanen, bahkan juga kematian. 

Barangkali tanpa ada Anda sadari, pola hidup yang Anda anut ikut bertindak pada terbentuknya diabetes type 2. Mari kita intip, beberapa hal kecil apa yang bisa menyebabkan seorang berisiko terserang diabetesseperti ditulis di bawah ini : 

1. Teh manis 
Tingginya konsumsi gula mengakibatkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum resiko kelebihan kalori. Satu gelas teh manis kurang lebih mengandung 250-300 kalori (bergantung kepekatan). Keperluan kalori wanita dewasa rata-rata ialah 1. 900 kalori /hari (bergantung kegiatan). Dari teh manis saja kita telah bisa 1. 000-1. 200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Pengganti : Air putih, teh tanpa ada gula, atau batasi mengkonsumsi gula tak kian lebih dua sendok teh satu hari. 

2. Gorengan 
Gorengan ialah satu diantara aspek resiko tinggi penyebab penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, serta stroke. Penyebabnya paling utama penyakit kardiovaskular ialah ada penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan satu diantara aspek resiko intinya ialah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan penambahan kadar kolesterol keseluruhan, LDL (kolesterol jahat) serta trigliserida, dan penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya pembagian dislipidemia di orang-orang dikarenakan rutinitas konsumsi beragam makanan rendah serat serta tinggi lemak, termasuk juga gorengan. Pengganti : Kacang jepang, atau pie buah. 

3. Camilan 
Biskuit, keripik kentang, serta kue-kue manis yang lain mengandung hidrat arang tinggi tanpa ada kandungan gizi yang ideal. Semuanya makanan itu dikelompokkan pada makanan dengan angka glikemik tinggi. Disamping itu, gula serta tepung yang terdapat di dalamnya memiliki fungsi dalam menambah kadar gula dalam darah. Pengganti : Buah fresh. 

4. Kurang tidur 
Bila kualitas tidur tak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil penelitian kaum pakar dari University of Chicago mengungkap, kurang tidur sepanjang 3 hari menyebabkan kekuatan tubuh mengolah glukosa alami penurunan mencolok. Berarti, resiko diabetes bertambah. Kurang tidur pula bisa merangsang semacam hormon dalam darah yang menyebabkan nafsu makan. Didorong rasa lapar, pasien masalah tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang bikin kadar gula darah naik. Jalan keluar : Tidur tak kurang dari 6 jam satu hari, atau baiknya 8 jam satu hari. 

5. Malas olahraga 
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, masalah diabetes di negara-negara Asia bakal naik sampai 90 % dalam 20 th. ke depan. " Dalam 10 th. paling akhir, jumlah pasien diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat-lipat. Penyebabnya? Di kota ini, orang-orangnya lebih pilih naik motor di banding bersepeda, " kata Dr Gauden Galea, penasihat WHO untuk Penyakit Tak Menular di Lokasi Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit kegiatan fisik mempunyai resiko obesitas lebih tinggi di banding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau kegiatan yang lain. Jalan keluar : Bersepeda ke kantor. 

6. Stres 
Stres sama dengan banjir, mesti dialirkan supaya tak berlangsung banjir besar. Waktu stres datang, tubuh bakal tingkatkan produksi hormon epinephrine serta kortisol agar gula darah naik serta ada cadangan daya untuk melakukan aktivitas. Bila gula darah selalu dipicu tinggi lantaran stres berkelanjutan tanpa ada jalan keluar, sama juga dengan bunuh diri pelan-pelan. Jalan keluar : Bicaralah pada orang yang dikira punya masalah, atau katakan pada teman dekat paling dekat. 

7. Kecanduan rokok 
Satu riset di Amerika yang melibatkan 4. 572 relawan pria serta wanita temukan kalau resiko perokok aktif pada diabetes naik sebesar 22 %. Dijelaskan juga kalau naiknya resiko tak hanya dikarenakan oleh rokok, namun gabungan beragam pola hidup tak sehat, seperti pola makan serta berolahraga. 
Pengganti : Permen bebas gula atau ikuti kelas berhenti merokok atau hubungi dokter Anda yang bisa menolong menangani hal semacam ini. 

8. Pil kontrasepsi 
Umumnya pil kontrasepsi terbuat dari gabungan hormon estrogen serta progestin, atau progestin saja. Pil gabungan kerap mengakibatkan pergantian kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Lantaran kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin. Bila sangat lama dilewatkan, pankreas jadi letih serta tak berperan dengan baik. Jalan keluar : Batasi saat pemakaian pil-pil hormonal, janganlah kian lebih 5 th.. 

9. Kurang vitamin D 
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan konsumsi tinggi vitamin D serta kalsium berisiko terendah terserang diabetes type 2. Kecuali dari makanan, sumber vitamin D paling baik ada di cahaya matahari. Dua puluh menit paparan cahaya matahari pagi telah memenuhi keperluan vitamin D sepanjang tiga hari. Berbagai riset paling baru, salah satunya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, mengatakan kalau vitamin D pula menolong kedisiplinan metabolisme tubuh, termasuk juga gula darah. Jalan keluar : Pakai cream tabir surya sebelumnya berjemur dibawah cahaya matahari pagi sepanjang 10-15 menit. 

10. Cermati soda 
Dari riset yang dikerjakan oleh The Nurses' Health Study II pada 51. 603 wanita umur 22-44 th., diketemukan kalau penambahan mengkonsumsi minuman bersoda bikin berat badan serta resiko diabetes melambung tinggi. Kaum peneliti menyampaikan, kenaikan resiko itu berlangsung lantaran kandungan pemanis yang ada pada minuman bersoda. Kecuali itu, konsumsi kalori cair tak bikin kita kenyang hingga terdorong untuk minum semakin banyak. 
Pengganti : Juice dingin tanpa ada gula.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :
* Disclaimer :
  • Manfaat yang didapat dari mengkonsumsi obat ini berbeda-beda pada setiap orang.