Customer Service

10 Pembeli Terakhir

10 Pembeli Terakhir »
No. Nama Tanggal Kota
1 Tantri 19-10-18 Depok
2 Titin 12-10-18 Cirebon
3 Puspa Suharni 12-10-18 Kendari
4 Budi Tandiyaman 10-10-18 Jakarta
5 Gede Simparjana 02-10-18 Denpasar
6 Radith 28-09-18 Jakarta
7 Devi maesa 18-09-18 Bengkulu
8 Surbakti 06-09-18 Ciamis
9 Ibu mardiah 05-09-18 Banda Aceh
10 Riana alni 05-09-18 Bekasi
* Jumlah Terjual : 22444 Botol

Berita / Artikel

Berita / Artikel »

Ketahuilah Puasa Pun Bisa Mencegah Diabetes

22-Dec-2015
Menjalani beribadah puasa ialah hal yang harus untuk tiap-tiap umat Islam. Tetapi kadang-kadang ada beberapa hal spesifik yang dapat mengakibatkan berpuasa tak dapat dilakukan oleh kebanyakan orang. Umpamanya, lantaran masalah penyakit seperti diabetes. 

Kaum peneliti memperlihatkan bahwa berpuasa dengan teratur menaikkan metabolisme serta menurunkan resiko penyakit. Hal semacam ini pun berlaku untuk mereka yang sudah meningkatkan pradiabetes. 

Pradiabetes ialah keadaan metabolik dimana kandungan glukosa darah telah naik namun belum meraih level yang khas untuk diabetes. Penyandang pradiabetes belum terserang diabetes, pergantian pola hidup seperti penurunan berat tubuh serta berolahraga bisa menghindar perubahannya jadi diabetes. 

Saat ini sudah di ketahui ada kiat yang lebih efisien untuk menghindar pradiabetes jadi diabetes : dengan berpuasa. Puasa mempunyai potensi untuk menghindar diabetes di hari esok, kata pemimpin studi Benjamin Horne. Dokter dari Intermountain Medical Center di Murray itu sepanjang bertahun-tahun sudah pelajari dampak berpuasa teratur pada kesehatan. Dalam studi pada awal mulanya, dia temukan bahwa beberapa orang yang sepanjang bertahun-tahun dengan teratur berpuasa umumnya lantaran argumen agama mempunyai resiko rendah untuk terjangkit diabetes atau penyakit jantung koroner. 

Kita sudah mengetahui untuk berbagai saat bahwa puasa ini sehat namun mekanisme biologis dibalik ini baru kita dapatkan saat ini dia menuturkan. 

Orang yang memiliki resiko diabetes 

Untuk riset awal, kaum relawan merekrut dua belas orang laki-laki serta wanita yang mempunyai berat tubuh normal yang berisiko tinggi terserang diabetes type 2. Mereka seluruhnya telah mempunyai pradiabetes, yang disebut prekursor diabetes. Hal semacam ini bermakna gula darah puasa mereka diatas nilai 100 mg/dL. Kecuali ini, semasing peserta mempunyai satu diantara aspek resiko penambahan tersebut: 

  • Lingkar pinggang yang relatif besar 
  • Kandungan trigliserida tinggi 
  • Rendahnya kandungan kolesterol HDL yang baik 
Sepanjang periode enam minggu, kaum peserta berpuasa satu minggu sekali sepanjang 24 jam. Sepanjang berpuasa mereka cuma minum air. 

Penurunan kolesterol 

Bahkan juga sesudah saat yang relatif singkat ini, dampaknya riil : kandungan kolesterol keseluruhannya turun hingga dua belas prosen. 

Sesudah 10-12 jam berpuasa, badan memakai sumber daya lain semacam glukosa darah, catat kaum peneliti. Kami yakin bahwa yang dipakai ialah kolesterol, kata Horne serta terlebih kolesterol jahat LDL didalam beberapa sel lemak. Hal semacam ini selanjutnya bisa kurangi resistensi insulin dari beberapa sel, mekanisme utama untuk pengembangan diabetes. 

Resistensi insulin ialah kurangnya sensitivitas beberapa sel badan pada hormon insulin, yang dibutuhkan untuk memasukkan gula ke beberapa sel. Untuk menangani hal semacam ini, pankreas mesti membuahkan insulin dalam jumlah semakin banyak. Pada akhirnya, saat pankreas meraih batas optimal kemampuannya, tingkat gula darah naik. Pradiabetes lalu beralih jadi diabetes type 2. 

Sel dalam modus perlindungan 

Penambahan katabolisme kolesterol LDL sepanjang berpuasa dapat membalikkan proses itu, kata kaum peneliti. Kecuali ini, beberapa sel badan ada dalam mode perlindungan diri di waktu kita berpuasa hingga memaksimalkan manfaat mereka serta lebih peka pada insulin. Kaum peserta pula kehilangan berat tubuh, yang berperan pada penambahan kontrol metabolik. 

Nah, dapat dibuktikan kan bahwa berpuasa ini menyehatkan!

 

 

Berita / Artikel Lainnya :
* Disclaimer :
  • Manfaat yang didapat dari mengkonsumsi obat ini berbeda-beda pada setiap orang.