Customer Service

10 Pembeli Terakhir

10 Pembeli Terakhir »
No. Nama Tanggal Kota
1 Lutfi Hamidi 17-10-17 Jakarta
2 Irwan Wijaya 17-10-17 Pekanbaru
3 Titin 10-10-17 Cirebon
4 Adeline Alberta 10-10-17 Jakarta
5 Utiyah 06-10-17 Cirebon
6 Thamrin Ali 06-10-17 Gorontalo
7 Ibu Puspa 05-10-17 Kendari
8 Muhibbin 04-10-17 Semarang
9 M Cholil 03-10-17 Bantul
10 Utiyah 01-10-17 Cirebon
* Jumlah Terjual : 21418 Botol

Berita / Artikel

Berita / Artikel »

Kiat Memilih Gula Bagi Penderita Diabetes

24-Dec-2015
Apabila Anda mengidap diabetes, Anda mesti membatasi asupan gula. Tetapi, rutinitas makan serta minum yang manis-manis kerapkali susah di hilangkan, terutama apabila sejak kecil telah jadi sisi dari pola hidup. Untuk beberapa orang, kebiasaan minum wedang yang manis terasa susah di hilangkan. 

Untuk mengakali diabetes dengan terus menjaga mengkonsumsi yang manis, beberapa orang berpindah dari gula alami ke gula buatan. Iklan yang gencar pula ikut memengaruhi tingkat penerimaan gula rendah kalori tersebut di orang-orang. Tetapi, apakah buatan sintetis itu aman? 

Gula alami & Gula sintetis 
Gula alami mempunyai kandungan nutrisi serta memiliki kandungan kalori sampai meraih 4 kal/gr. Termasuk juga dalam tipe itu ialah gula yang ada pada buah-buahan, madu, sirop serta gula pasir/gula jawa. Rasa manis pada gula alami dikarenakan oleh senyawa fruktosa, glukosa, sukrosa, xylitol serta gula alkohol (sorbitol serta manitol) yang ada di dalamnya. Mengkonsumsi gula alami yang tak dibatasi bisa membahayakan pasien diabetes lantaran tingkatkan kandungan glukosa dalam darah. 

Untuk memperoleh rasa manis tanpa ada menaikkan kalori serta menambah glukosa darah, manusia sudah membuat beragam buatan gula buatan (sintetis). Di bawah ini ialah berbagai buatan gula sintetis yang saat ini ada dipasaran : 

Sakarin 

Sakarin ialah gula sintetis paling tua yang bahkan juga sudah banyak dipakai di Eropa pada saat susah gula pada Perang Dunia I serta II. Walau 300 kali lebih manis dari gula pasir, sakarin gampang di kenal lantaran bercita rasa logam/getir di lidah. Lantaran tak di proses badan (langsung di buang melalui urin), sakarin tak menaikkan kalori atau glukosa darah. Riset memberikan indikasi sakarin bisa menyebabkan kanker. Tetapi, tak seluruhnya ilmuwan menyetujuinya. Berbagai negara sudah melarang peredaran sakarin. Di Indonesia kita ada banyak menjumpai penggunaannya, seperti pada cincau serta cendol yang di jual di kakilima. 

Siklamat 

Siklamat di luncurkan pertama kalinya pada th. 1937 serta bercita rasa serupa sekali dengan gula. Sifatnya tahan panas, hingga apabila digabung pada makanan yang dioven atau digoreng, rasa manisnya tak beralih. Siklamat 30 kali lebih manis dibanding gula pasir. 

Aspartam 

Aspartam diketemukan th. 1981 serta lebih disenangi lantaran terasa yang lebih alami. Saat ini, sangat banyak minuman enteng, puding, permen serta sereal yang memakai aspartam semacam pemanisnya (umumnya memiliki loabel “diet”, seperti “diet soda”, dsb). Tidak sama dengan sakarin yang tak memiliki nutrisi, aspartam mempunyai kandungan kalori seputar 4 kal/gr. Tetapi, lantaran terasa yang 200 kali lebih manis dari gula pasir, sedikit ukuran yang dibutuhkan untuk tiap-tiap penyajiannya. Aspartam di buat dari dua unsur protein yakni asam aspartik serta fenilalanin, hingga di proses badan seperti protein. 

Sukralosa 

Diperkenalkan pertama kalinya pada th. 2000, sukralosa (sucralose) jadi satu diantara generasi paling akhir pemanis buatan. Walau datang dari senyawa gula pasir, sukralosa 400-800 kali lebih manis dari gula pasir. Kecuali terasa amat manis, sukralosa pula disenangi lantaran tahan panas serta tak memiliki kandungan kalori. 

Apakah pemanis buatan itu aman? 
Seluruhnya pemanis buatan itu dengan cara resmi dikira “aman” lantaran memperoleh izin diperdagangkan oleh tubuh pengawasan obat serta makanan. Tetapi, beberapa ilmuwan di beragam negara banyak menyuarakan efek negatifnya pada kesehatan. Bagaimanakah juga, semacam bahan kimia buatan yang tak alami, mereka punya potensi jadi toksin untuk badan. Anda mesti membatasi konsumsinya. 

Alih-alih menjaga pola hidup serba manis dengan tergantung pada pemanis buatan, baiknya Anda terus pilih gula alami, tetapi dengan disiplin diet yang baik. Pasien diabetes tak mesti hindari gula. Yang butuh dikerjakan ialah mengatur konsumsinya supaya kandungan glukosa darah tak melonjak sampai diatas normal.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :
* Disclaimer :
  • Manfaat yang didapat dari mengkonsumsi obat ini berbeda-beda pada setiap orang.