Customer Service

10 Pembeli Terakhir

10 Pembeli Terakhir »
No. Nama Tanggal Kota
1 Eko 15-11-17 Tanggerang
2 Ida/Nugroho cell 13-11-17 Jakarta
3 Hartoyo 10-11-17 Jakarta
4 Pak Cepy 08-11-17 Jakarta
5 Nurosiah 03-11-17 Banjarmasin
6 Saifullah 03-11-17 Cirebon
7 Lilik Yuniati 03-11-17 Madiun
8 Leni 02-11-17 Cirebon
9 Pak Dede 01-11-17 Cirebon
10 Nurlela 30-10-17 Cirebon
* Jumlah Terjual : 21539 Botol

Berita / Artikel

Berita / Artikel »

Mari Kita Kenali Diabetes Pada Anak

19-Nov-2015
Tidak cuma orang dewasa, anak-anak juga berisiko tinggi diserang masalah kencing manis (diabetes millitus). 

Ketahui Diabetes Pada Anak Mulai sejak Dini 

World Diabetes Foundation merekomendasikan untuk mencurigai diabetes pada anak bila alami tanda-tanda klinis khas 3P serta kandungan gula darah tinggi, diatas 200 mg/dl. Tanda-tanda 3P ialah : 

  • polifagi (kerap makan lantaran rasa lapar yang berulang), 
  • polidipsi (kerap minum lantaran rasa haus yang berulang), dan 
  • poliuri (kerap kencing, termasuk juga mengompol saat malam hari pada anak yang umumnya telah tak mengompol). 
Tanda-tanda yang lain dapatlah berbentuk kesemutan, lemas, luka yang sulit sembuh, atau pandangan kabur. Penyakit diabetes yang dihadapi oleh anak-anak terbagi dalam dua type, yakni diabetes type 1 (DM1) serta diabetes type 2 (DM2). 

Anak disebutkan menanggung derita DM 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus), bila badannya membutuhkan pasokan insulin dari luar seutuhnya lantaran beberapa sel pankreas tak dapat menghasilkan hormon insulin. DM type 1 dikarenakan oleh aspek genetik serta pula aspek pencetus yang lain. 

Diabetes type 1 pada anak membutuhkan penyembuhan dengan injeksi insulin. Insulin diberikan untuk menangani komplikasi akut, menghindar kematian dini, kurangi resiko terjadinya komplikasi kritis, serta menunjang kegiatan sehari-harinya anak. Anak diabetes mesti memperoleh injeksi insulin seumur hidup dalam keadaan apa pun.  

Sedang DM type 2 (Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus) berlangsung bila pasokan insulin di pankreas tak memenuhi hingga menyebabkan terjadinya masalah pengiriman glukosa ke semua sel badan, tetapi penderitanya tak bergantung seutuhnya pada pasokan insulin dari luar. 

Seputar 90 % masalah diabetes ialah DM type 2. Biasanya DM type 2 tak dibarengi dengan tanda-tanda yang khusus, hingga banyak pasien tak menyadarinya. 

Sampai kini, banyak yang berasumsi DM type 2 cuma terkena oleh mereka yang berumur lanjut, walau sebenarnya DM type 2 bisa menyerang remaja bahkan juga anak-anak. Pola hidup yang tak sehat serta kegemukan jadi aspek terpenting pemicu terjadinya DM2. 

Diabetes pada anak bisa mengakibatkan komplikasi akut serta kritis. Komplikasi akut yang bisa berbuntut pada kematian pasien ialah hiperglikemi lantaran diabetes belum diobati dan hipoglikemi lantaran penyembuhan yang terlalu berlebih. Komplikasi kritis ialah kelainan pembuluh darah besar di jantung serta otak maupun pembuluh darah kecil pada mata, ginjal, serta serabut saraf. 

Hiperglikemi bisa mengakibatkan anak senantiasa lapar, kerap kencing, dehidrasi, lemah, kejang, penurunan kesadaran, serta wafat mendadak. Hipoglikemi kerap bikin anak emosional, capek, keringat dingin, pingsan, serta rusaknya sel permanen hingga mengganggu manfaat organ serta sistem tumbuh kembang anak. 

Penyakit jantung koroner, tidak berhasil ginjal, kebutaan, mati rasa, atau wafat di umur dewasa muda adalah komplikasi kritis diabetes yang umumnya berlangsung sesudah anak jadi remaja. 

Terdapat beberapa jalan yang dapat dikerjakan untuk menghindari si kecil dari diabetes, salah satunya : 

  • mengaplikasikan gaya hidup sehat, 
  • mengatur pola makan yang seimbang serta tak terlalu berlebih gula, 
  • kurangi makanan junk food serta minuman bersoda, dan 
  • sampaikan si kecil untuk teratur olahraga dengan teratur. 
Yang tak kalah utama ialah kaum orangtua butuh berikan misal serta ide untuk si anak bagaimanakah melindungi kesehatan badan, serta tak konsumsi tipe makanan apa pun terlalu berlebih.

 

 

Berita / Artikel Lainnya :
* Disclaimer :
  • Manfaat yang didapat dari mengkonsumsi obat ini berbeda-beda pada setiap orang.