Customer Service

10 Pembeli Terakhir

10 Pembeli Terakhir »
No. Nama Tanggal Kota
1 Syafriana 23-11-18 Jakarta
2 Surbakti 23-11-18 Ciamis
3 Juliani 22-11-18 Depok
4 supir tangki ( Effendi) 19-11-18 Cirebon
5 Mardiah 08-11-18 Banda Aceh
6 Miadji raharjo 07-11-18 Jakarta
7 Yantri 07-11-18 Depok
8 King dong suk/mba yuni 01-11-18 Jakarta
9 Tantri 19-10-18 Depok
10 Titin 12-10-18 Cirebon
* Jumlah Terjual : 22493 Botol

Berita / Artikel

Berita / Artikel »

Waspadai, Kerusakan Saraf Kronis (Peripheral Neuropathy) Dan Diabetes

15-Apr-2016
Peripheral Neuropathy adalah kondisi kerusakan saraf dikarenakan kadar gula darah yang kronis akibat Diabetes. Efeknya adalah baal, kaku, kehilangan indra perasa dan terkadang sakit di bagian kaki, lengan dan jari. Neuropathy yang terhubung dengan diabetes disebut Diabetic Polyneuropathy. Ini adalah penyakit komplikasi yang umum dalam diabetes.

Semakin lama seseorang menderita Diabetes, semakin tinggi kemungkinan untuk terjangkit Diabetic Polyneuropathy. Diperkirakan sekitar setengah dari penderita  yang telah hidup dengan diabetes selama 25 tahun, terjangkit penyakit ini.

Studi telah menunjukkan bahwa Penderita Diabet dapat mengurangi atau memperlambat penyakit kerusakan saraf ini dengan menjaga kadar gula darah mereka senormal mungkin.

Apa yang Menyebabkan Peripheral Neuropathy?

Tingginya kadar gula darah dalam tubuh yang merusak sistem saraf sehingga saraf ini tidak dapat memberikan sinyal antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya.

Ini berarti penderita bisa saja tidak merasakan panas, dingin atau pun sakit di bagian kaki, lengan ataupun tangan. Jika penderita terluka atau lebam di bagian kaki, penderita mungkin saja tidak menyadari sehingga sangatlah penting bagi penderita untuk memperhatikan kakinya setiap hari.

Infeksi juga bisa saja tidak sembuh karena aliran darah yang rendah sehingga mengakibatkan resiko timbulnya bisul dan dapat berakibat amputasi bahkan kematian.

Kerusakan sistem saraf ini berbeda efeknya pada setiap penderita. Beberapa orang merasa tergelitik kemudian baru merasakan sakit. Yang lainnya merasa kehilangan indra perasa di jari tangan dan kaki. Perubahan ini terjadi secara perlahan-lahan sehingga penderita tidak merasakannya.

Karena hal ini biasanya terjadi pada saat penderita bertambah tua, sering kali hal ini tidak dihiraukan karena dianggap hal ini normal seiring dengan bertambahnya usia.

Gejala-Gejala Kerusakan Sistem Saraf

Baal (kehilangan indera perasa) adalah yang paling umum. Penderita yang kehilangan indera perasanya yang harus paling berhati-hati karena nanah dapat muncul dan menyebabkan amputasi

Gejala awal Peripheral neuropathy adalah sebagai berikut :

Baal
Menggelitik pada awalnya
Terbakar
Dingin
Serasa dicubit
Telinga serasa berdengung
Rasa tajam pada kulit
Rasa ditusuk / nyeri
Gejala ini biasanya terasa lebih buruk di malam hari.

Waspadalah Pada Perubahan-Perubahan

Kita perlu waspada terhadap perubahan-perubahan dibawah ini:

Sensitivitas sentuhan. Anda mungkin merasakan sensitivitas yang berlebihan di kulit atau kaku dan baal pada jari kaki, jari tangan
Otot terasa lemah. Kadar gula darah yang kronis dapat menghancurkan sistem saraf yang menyuruh otot untuk bekerja. Mungkin anda memiliki kesulitan berjalan atau bangun dari kursi atau kesulitan mengambil benda dengan tangan anda
Keseimbangan. Anda mungkin berasa tidak seimbang pada saat berjalan. Hal ini dikarenakan tubuh beradaptasi dengan perubahan pada kekuatan otot yang melemah
Karena penderita Diabet tipe 2 dapat memiliki penyakit komplikasi, dokter tidak selalu dapat mendiagnosa dan memvonis pasien menderita Peripheral Neuropathy ketika gejala awal ini muncul. Maka berhati-hatilah pada saat anda mengalami sakit di tangan atau di kaki.

Ada 2 hal yang penting diketahui bagi penderita Diabetes dengan Peripheral Neuropathy :

1. Menjaga kadar gula darah dapat mencegah kerusakan sistem saraf yang lebih parah dan meningkatkan kesehatan anda secara umum

2. Obat dengan dosis yang benar dapat membantu mengurangi sakit karena rusaknya sistem saraf.

Setelah anda melakukan semua yang diperlukan untuk menjaga kadar gula agar tetap normal , termasuk diet, menu sehat, olahraga dan meditasi, anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda bagaimana  mengatur rasa sakit ini dengan obat yang diresepkan.

Obat Over-the-counter (dijual bebas) Untuk Rasa Sakit

Untuk mengatasi rasa sakit sebelum Anda menemui dokter Anda, berikut beberapa contoh obat Over-the-counter yang bisa Anda konsumsi terlebih dahulu :

NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs). Contoh : Ibuprofen
Paracetamol 
Krim Oles. Salicylate adalah bahan kimia yang mirip dengan aspirin dan biasa ditemukan dalam beberapa krim pengurang rasa sakit.
Hydrocortisone krim mengandung corticosteroids adalah obat anti inflamasi yang dapat mengurangi rasa sakit. Kedua krim ini biasa tersedia di farmasi

 

 

Berita / Artikel Lainnya :
* Disclaimer :
  • Manfaat yang didapat dari mengkonsumsi obat ini berbeda-beda pada setiap orang.